Saturday, May 10, 2008

Kepenatan, Kenangan, Ujian

Hhhh, minggu-minggu ini saya (admin) benar-benar sibuk. Biasa lah, menjelang ujian akhir semester dosen pasti berlomba-lomba memberi tugas. Entah dalam bentk makalah, presentasi, dll. Yah, alhamdulillah satu-satu sudah terjabani. Tugas yang paling berkesan adalah ketika mengisi workshop kuliah bahasa Indonesia (sistem kuliah untuk mata kuliah bahasa Indonesia di jurusanku dibuat semacam workshop). Deg-degan juga, pengalaman pertama sih... Untung materi workshop-nya aku banget, nge-blog!

Setelah tugas pertama selesai, datang lagi tugas-tugas lain. Dari mata kuliah kewarganegaraan ada tugas presentasi tentang perkembangan demokrasi di Indonesia untuk hari Senin, 12 mei 2008 plus membuat makalahnya. Ada juga tugas untuk mata kuliah Algoritma dan Pemrograman, tugas membuat program sistem informasi kepegawaian. Alhamdulillah selesai tadi sore, pusing juga ketika membuat procedure untuk mencari pegawai tertua dan termuda. Ada juga tugas untuk mata kuliah Pengantar Arsitektur Komputer (PAK, Arkom), membuat makalah tentang memori utama semi konduktor dan perkembangannya. Deadline hari Senin, padahal baru ditugasi hari Kamis kemarin! Ya Allah, begitu sempitkah waktu luangku? :) -->contoh pribadi yang tidak bersyukur dan tidak bisa mengatur waktunya dengan baik. Ada juga nih, asistensi
mata kuliah kalkulus pakai acara responsi juga. Hari Senin juga... I hate Monday nih jadinya...

Yah, sejenak aku ingin refreshing... Mumpung aku lagi mudik ke rumah, padahal minggu kemarin juga mudik :) Yah, anak berbakti harus menuruti kemauan orang tua. Kebetulan ayahku sedang ada acara di Semarang dan ibu di rumah sendiri, ibu menyuruhku pulang minggu ini untuk menemani beliau. Nah, hari Sabtu ini lumayan membuatku fresh lagi. I love Saturday deh jadinya. :)

Tadi siang, sebelum menyelesaikan tugas algoritma dan pemrograman aku dan Zainal (teman kuliahku) makan siang terlebih dahulu (padahal kami habis makan snack dari acara kajian di kampus, plus snack "tambahan"--mengambil sendiri :P).

"Mangan apa ki, Nal?" tanyaku sambil mengunyah donat--isi snack.
"Aku pengen lotek e, Mi," jawabnya.
"Wah, lotek? Oke, deh. Wis pirang tahun ya aku gak mangan lotek? Hehehe... Pirang tahun? Lagek pirang wulan kalee... (Maklum, warung lotek dan nasi sayur di dekat kos sudah tidak berjualan lagi)," candaku.
"Nek aku lagek pirang dina e, Mi. Lagek dek winginane nek ra salah."
"Ya wis, ayo golek warung lotek. Neng daerah kulon kosku ana kok! Sisan njikuk laptopku nek kamar karo salat dzuhur," saranku.


Tiba di warung kami langsung pesan lotek dua porsi, pedasnya sedang saja. Hehehe... Cowok kok ra doyan pedes... :) Ternyata di warung tempat kami makan lumayan ramai juga. Kebanyakan pembelinya adalah mahasiswi UIN.
Ketika sedang menyiapkan lotek untuk kami ibu penjualnya bercerita, "Eee, anakku kok akeh banget.. Angger ana langganan sing kenal aku mesti nyeluk aku ibu."
Aku hanya tersenyum mendengar cerita ibu itu.
Tidak lama kemudian ada seorang pelanggan lain membeli lotek. Langsung
dia pesan, "Ibu, lotek!"
Si ibu mengajak bercanda lagi, "Undanganku tambah maneh. saiki ana gelare. Kadang ana sing nyeluk ibu lotek, trus tak tanggepi sisan 'Kalo malam berarti jadi ibu jagung,
dong (di malam hari beliau berjualan jagung bakar bersama suaminya)?'"
Aku jadi tertawa kecil, aku tahu maksud ibu itu. Aku menjadi teringat masa SMA dulu, teman-teman sering meminjam type-X, setip--karet penghapus, pulpen, dll. ke Nana. Contohnya, "Nana, type-X!" Tetapi, teman-teman memlesetkannya menjadi, "Nana type-X!"
Nana, teman yang satu ini memang lengkap peralatan tulis menulisnya. Sehingga, julukannya jadi banyak: Nana Type-X, Nana setip, Nana bolpen...
:) :D Satu lagi kenangan ketika SMA bangkit lagi...

Ada lagi nih, bagiku lumayan lucu.
Teman-teman, kalian yang dari SMP Negeri 1 Sukoharjo pasti mengenal guru yang satu ini, pak Darmaji. Tadi ketika naik bus dari Kartasura menuju Proliman Sukoharjo saya bertemu dengan pak Darmaji. Beliau naik bus dari daerah Gading dengan membawa kardus mie instan (entah berisi mie instan atau hanya kardusnya yang bergambar mie instan) dan satu tas plastik. Ingin menyapa beliau, tetapi beliau duduk di belakang...
Bicara soal pak Darmaji, pasti bisa tertawa sendiri deh mengingat beliau. Entah karena gaya bicaranya yang ngguyokne, penampilannya yang nyentrik, maupun yang lain. Pokoke guru yang satu ini ngguyokne... :)


Bicara soal fashion, tadi pak Darmaji tampil bergaya dengan kemeja motif polkadot hitam-putih, celana teflon warna hitam, dan topi beret yang lucu. Saya sampai menahan tawa saya karena penampilan beliau ini. Padahal, beliau ini sudah tua. Hehehe... :) Tawa saya hampir saja meledak ketika bus mengerem mendadak. Seluruh penumpang tersentak kaget. Pak Darmaji langsung nyeletuk, "Eh, lakok dientrok-entrok kaya perawan ki!"
Wah, guru tua ini kok masih saja bisa berpikir yang "sejenis" itu. :D
:D

Secara kebetulan ternyata beliau juga turun di Proliman Sukoharjo. Namun, begitu turun dari bus beliau langsung naik becak yang sudah menunggu di muka pintu bus. Saya ingin menyapanya lagi, tetapi beliau masih bernegosiasi dengan tukang becak. Yah, daripada mengganggu langsung saja saya menyeberang dan mencari becak di seberang sana. Sebelum menyeberang menuju alun-alun ketika saya menoleh ke kanan, terlihat pak Darmaji dan becaknya melintas di depan saya. Beliau melihat saya dan langsung menunjuk ke arah saya. Langsung saja saya menyapa, "Monggo, Pak..."
Terdengar kemudian tukang becak bertanya kepada pak Darmaji siapa saya dan sayup-sayup terdengar beliau menjawabnya dengan "Putrane pak Anwar."
Wah, alhamdulillah ternyata beliau masih ingat dengan saya dan keluarga saya...

Hah, capek juga nih saya menulis. Pengen istirahat dulu. :P Yah, sudah
dulu deh saya menulisnya... Sampai jumpa lagi dengan postingan saya
yang selanjutnya. Hehehe... :) Oh ya, mungkin sementara saya absen
posting dan walking selama sekitar dua minggu dulu. Maklum, mau ujian akhir semester.

1 komentar:

nui said...

amix ...

melihat lotekmu kyae enak deh ...

laper nih ...

padahal nie maseh page ...

maseh jam7...

tadi ajah dah sahur banyak ok nuri, nuri ...

dasar ...

mulakmen dadi ndutz ...

h ha ...